Pages

Tampilkan postingan dengan label ilmu game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu game. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Penelitian Manfaat Bermain Game



Penelitian Manfaat Bermain Game

Main game sebenarnya bermanfaat atau tidak? Kita sering mendengar efek efek negatif dari main game, seperti sekolah atau kerjaan terbengkalai, pelajaran tertinggal dan sebagainya. Lalu pertanyaannya muncul, apakah ada manfaat dari main game itu? 

Di tengah perdebatan pengaruh buruk yang ditimbulkan dari game, ada juga yang melakukan penelitian tentang manfaat yang didapat oleh gamer dari sebuah video game.

Beberapa peneliti dari University of Rochester di New York, Amerika melakukan riset mengenai pengaruh positif dari bermain game.
Dalam riset tersebut, para gamers usia antara 18 hingga 23 tahun dibagi menjadi dua kelompok.
Yang pertama, adalah gamer yang dilatih dengan game Medal of Honor (Sebuah game FPS yang cukup terkenal). Mereka main game ini satu jam tiap hari selama sepuluh hari berturut-turut.


Hasil penelitian menyebutkan bahwa para pemain game ini memiliki fokus yang lebih terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang jarang main game, apalagi yang tidak main sama sekali.
Gamer-gamer ini juga mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama atau multitasking bahasa kerennya.

“Video game bergenre action itu menguntungkan, dan ini adalah fakta” kata Daphne Bavelier, ahli syaraf dari Rochester.
“Hasil penelitian kami ini juga sangat mengejutkan karena proses belajar lewat main game ternyata cepat diserap seseorang. Dengan kata lain, game dapat membantu melatih orang orang yang memiliki problem dalam berkonsentrasi" tegas Bavelier.

Sementara itu, penelitian untuk kelompok kedua adalah kelompok gamer yang dilatih dengan Tetris. Tak seperti gamer medal of honor, gamer Tetris hanya berfokus pada satu hal pada satu waktu.
Menurut C. Shawn, rekan Bavelier, kesimpulan dari test ini adalah bahwa mereka yang main Medal of Honor mengalami peningkatan dalam visual skill (atau penglihatan).
Bermacam-macam tugas/quest yang terdapat dalam game action (misalnya mendeteksi musuh baru, melacak musuh, menghindari serangan, dll) dapat melatih berbagai aspek dari kemampuan visualisasi terhadap kurikulum Sekolah

Menurut Professor Angela McFarlane, Direktur Teachers Evaluating Educational Multimedia, "guru-guru mengalami kesulitan untuk memanfaatkan game pada saat jam pelajaran sekolah karena penggunaan video game tidak termasuk dalam kurikulum nasional"

McFarlane menambahkan bahwa, seandainya, game-game tertentu dapat dimainkan di dalam kelas secara legal dan merupakan bagian dari kurikulum, mungkin bukti dari penelitian para ahli tentang manfaat video game dapat dirasakan.

Murid murid yang memainkan game Battle of Hasting (game perang antara Normandia dan Saxon di Hasting) , di mana mereka berperan sebagai prajurit ataupun jendral dalam game tersebut, juga memberikan manfaat bagi para pemainnya.
Penelitian menunjukkan bahwa Game ini membantu meningkatkan skill dalam bernegosiasi, mengambil keputusan, ataupun melakukan perencanaan, dan berpikir strategis.


James Paul Gee, penulis buku "What Video Games Have to Teach Us About Learning and Literacy", berharap suatu saat nanti guru-guru dapat melibatkan game dalam tugas murud-muridnya.
“Kalau ilmuwan dan kalangan militer sudah memanfaatkan game sebagai simulasi dan pengajaran, kenapa sekolah tidak melakukan yang sama?”


Selain itu para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika , sudah memulai proyek yang mereka namakan “Education Arcade”. Proyek ini selain melibatkan peneliti, desainer game, pelajar dan mahasiswa, serta mereka yang tertarik dalam mengembangkan dan menggunakan game-game komputer dan video game di dalam kelas.


“Walaupun main game menjadi salah satu hiburan paling populer di dunia dan sudah dilakukan penelitian tentang dampak  positif dan negatifnya terhadap gamer, masih saja game sering kali diremehkan.” Itu pernyataan dari Mark Griffiths, profesor di Nottingham Trent University, Inggris.
Untuk menyeimbangkan antara pro dan kontra terhadap game, selama lima belas tahun terakhir ini ia melakukan riset. Hasilnya? “Video game aman untuk sebagian besar gamer dan bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Griffiths.

Menurut Griffiths, game dapat digunakan sebagai pengalih perhatian yang ampuh bagi yang sedang menjalani perawatan yang menimbulkan rasa sakit, misalnya chemotherapy.
Dengan main game, rasa sakit dan pening mereka berkurang, tensi darahnya pun menurun, dibandingkan dengan mereka yang hanya istirahat setelah diterapi. Game juga baik untuk fisioterapi pada anak-anak yang mengalami cedera tangan.

{mospagebreak}


Selain itu, bermain game ternyata bisa mengurangi kepikunan pada saat menjelang berumur.
“Bermain (videogame) bersama cucu sangat baik bagi para lansia. Sebab, kami tahu bahwa interaksi sosial mampu meningkatkan kemampuan daya pikir para manula,” kata peneliti yang juga profesor psikologi dari University of Illinois, Amerika Serikat, Dr Arthur F. Kramer.
Dalam penelitian yang dilansir jurnal Psychology and Aging edisi Desember disebutkan, studi itu melibatkan 40 lansia sehat dengan range usia antara 60-70 tahun. Awalnya, para partisipan mengikuti beberapa variasi tes mental. Riset tersebut menunjukkan manula yang bermain videogame dengan strategi berat bisa meningkatkan skor mereka berdasarkan jumlah ujicoba daya ingat.

Riset mencakup 49 manula yang secara acak ditugasi untuk main videogame, dan kelompok yang tidak ditugasi main game selama lebih dari sebulan. Kelompok main game menghabiskan waktu 23 jam untuk terlibat dalam “Rise of Nations, video game dimana para pemain berkeinginan mencapai dominasi dunia. Menguasai dunia membutuhkan setumpuk tugas berat termasuk strategi militer, membangun kota-kota, mengelola ekonomi dan memberi makan rakyat.game-ron-21

Ketika penelitian berakhir, kemampuan mental mereka kembali diuji. Jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memainkan video game, pemain Rise of Nations menunjukkan peningkatan yang lebih besar soal cara kerja otak, ingatan jangka pendek, daya nalar, dan kemampuan berganti tugas.



Jadi manfaat dari bermain game, dapat disimpulkan dalam beberapa point sebagai berikut:

  • Bisa menjadi sarana hiburan yang menyediakan interaksi sosial.
  • Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers-gamers lainnya secara multiplayer
  • Bagi manula (lansia) , bisa mengurangi efek kepikunan.
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan.
  • Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas
  • Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi – terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak cowok.
  • Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
  • Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain.
  • Bisa membantu memulihkan kesehatan untuk beberapa kasus penyembuhan.

Senin, 11 April 2011

Tips agar tidak salah membeli game untuk PC

Tips agar tidak salah beli game.. biasanya kesalahan tersebut terlihat pada setelah proses instalisasi.. yaitu pas launching game.. resolusi atau tampilan gamenya lagg... itu karena RAM dan juga CPU dan juga HARDISK SPACES, VGA nya kurang dalam SYSTEM REQUIREMENT gamenya... nah agar tisak terjebak.... caranya sebagai berikut..
  1. sebelum membeli game biasakan browse browse dulu.. atau lihat system requirementnya pass dngan spek kompie kalian...
  2. jika tidak mau nge browse ada jalan lain yaitu denan menankan ke tukang DVD/VCD gamenya... jika tidak biasanya ada di belakangnya... "SYSTEM REQUIREMENT"...
  3. jika kalian merasa tidak hafal dengan spek komputernya jangan coba coba beli ngasal.... siapa tau pas udah diinstalisasi.. laggingnya minta ampun... dan kasetpun tidak bisa dikembalikan....
Mungkin segitu cukup agar sahabat blogger tidak terjebak/ salah membeli game untuk PC.....

nah jika tidak mau beli sahabat juga bisa download full... dengan melihat tutorial sebelumnya dari saya.. (download game gratis (full version))

terimakasih...

selamat mencoba..

Minggu, 20 Maret 2011

Terapan Ilmu Pengetahuan Dalam Game

Dapet ilmu nih dari http://game8.vtc.co.id........ check this out ajha


Dalam sebuah komunitas gamers, tentunya dihuni oleh orang – orang dengan latar belakang dan bakat yang berbeda dalam dunia pendidikan. Ada yang jago Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS, PPKn, dan masih banyak lagi. Lalu mengapa tidak dimanfaatkan? Itu bisa menjadi nilai lebih untuk membangun keahlian kita dalam bermain dan membantu kita untuk membentuk sebuah komunitas, club, ataupun clan yang solid.

Matematika

Pelajaran ini sudah sangat familiar. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga tingkat Universitas kita selalu mendapatkan mata pelajaran ini. Orang-orang yang memiliki kemampuan dalam hal ini pasti akan dengan mudah menjadi ahli hitung dalam sebuah game. Karena luang lingkup dunia matematika pasti akan selalu ada di setiap game yang kita mainkan.


Contoh kecil : Stats. Menghitung Stats akan sedikit rumit bila kita memainkan game yang bisa mengambil 2 (dua) tipe skill sekaligus. Hal ini dikarenakan kita membutuhkan perhitungan stat yang tepat dengan skill yang akan digunakan. Disinilah keunggulan para ahli matematika, mereka dengan cepat mengatur stat sebaik mungkin atau bahkan bereksperimen hingga mendapatkan sesuatu yang baru untuk karakter mereka sendiri. Nah, bagi kalian yang kurang ahli dalam hal ini, sudah saatnya mulai menyukai pelajaran ini ya.

Bahasa 


Pasti sangat menyenangkan jika kita memiliki teman yang ahli dalam hal ini. Saat kita disudutkan oleh kata – kata yang mengandung flame kita bisa menggunakan keahliannya untuk membalikkan keadaan. Keahlian bahasa asing juga sangat dibutuhkan apabila kita bermain dalam game yang berskala internasional.

Sejarah


Ini merupakan sebuah pengetahuan yang wajib di miliki oleh seorang commander atau seorang penasihat dalam suatu komunitas. Seorang commander bisa mengaplikasikan tentang strategi perang dalam sejarah untuk memberikan perintah ataupun saran untuk anggota lainnya. Atau setidaknya dia bisa belajar dari pengalaman tentang perang dalam game sebelumnya.

PPKn 


Nah, setiap guild atau clan pasti memiliki peraturan yang berbeda. Jika kamu memiliki teman yang mengusai pelajaran ini, ajak dia bertukar pikiran untuk menentukan suatu peraturan di dalam Guild. Karena orang – orang yang ahli dalam bidang ini pasti sering berkutat dengan undang-undang, norma, etika. Mereka ini sudah bisa dipastikan mengerti caranya membuat peraturan yang baik.

Sosiologi 


Untuk membentuk suatu moral yang baik dari pasukan dalam guild dibutuhkan keterampilan ini juga. Lho kok bisa? Karena di dalam guild sudah bisa dipastikan kita akan berinteraksi dengan pemain lain. Hal ini membutuhkan satu etika dalam bersosialisasi. Mempelajari sosiologi dapat membantu kita mene jadi kita perlu untuk mengetahui etika dalam bersosialisasi.

Manajemen


Sebenarnya siapapun bisa mengerti ilmu manajemen, namun berhubung pelajaran ini hanya di dapatkan saat seseorang duduk dibangku kuliah. Maka anak – anak kuliahan mempunyai pemahaman yang lebih mengenai ilmu manajemen. “Tak ada manajer atau atasan yang baik bila tidak mengerti Motivasi”. Manajer disini bisa di sejajarkan dengan Leader Guild atau Leader Party. Disini akan diaplikasikan bagaimana suatu leader memotivasi anggotanya untuk mengeluarkan semua kemampuannya dan keseriusannya dalam bermain game.

Psikologi 


Kadang timbul masalah internal dalam suatu guild. Atau mempunyai uneg – uneg dan kesulitan dalam game yang sulit ditemukan jalan keluarnya. Kalian bisa mengungkapkan semua masalahmu pada ahli psikolog dan mendengarkan saran – saran dari mereka.

Walaupun kalian seorang gamer, janganlah melupakan berbagai ilmu yang pernah kalian dapat. Karena suatu saat hal itu pasti akan sangat berguna bagi kehidupan kalian. Sekarang, bagaimana bila kalian memiliki keahlian dalam semua pelajaran diatas? Wah, pasti jadi 'dewa’ di dalam game ya?